Entah bagaimana ceritanya, namun wangimu mampu membuatku tersadar akan sesuatu. -yang tak dapat ku artikan dengan kata tongsampahabuabu

Bukankah sudah ku bilang untuk beri rambu? ingatlah aku tak se bercanda itu. tongasampahabuabu

Kesalahan terbesarku ketika memutuskan mencintaimu adalah : 1. Aku lupa bahwa kau belum tentu akan mencintaiku sebaik aku mencintaimu. 2. Aku lupa untuk tidak mencintai diriku sendiri dengan baik, karena pada akhirnya ada alasan pertama. Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)

sebuah tulisan dari sosok yang bukan siapa-siapa. . . lihat…? . . waktumu telah datang, penantianmu sudah terbayarkan. . . tak ada lagi peluh terbuang sia-sia, tak ada lagi doa-doa yang hanya tertahan di udara, karena semua telah tiba. . . selamat, semesta mendukung semua jerih lelah hari-harimu. . tersenyumlah! kini kau bisa mengangkat kepala,... Continue Reading →

Hari kian beranjak dan kita berdua masih menjadi sepasang manusia bertingkah lucu, kamu masih menunggu; aku masih ragu. (via mangatapurnama)

sebuah perbincangan tentang peraturan...hatiku lelah, ucapmu...jika hatimu merasa lelah dan harus pindah, mengapa tak berpindah? the time is ticking and you are getting older. kujawab saat itu...Tak seperti itu kisahnya, dan tak semudah itu. semua memiliki aturannya masing-masing, dan untuk ini, bertahan adalah aturannya.

sepenggal tentang rasa aman..aku bingung...ada apa? ..aku tak tau harus bagaimana, harus kemana, dan harus apa...kau terlihat tenang mendengar dengan seksama, ¬†yang baru kusadari saat aku terlalu banyak menceritakan rasa khawatirku...maafkan aku hanya khawatir. aku sedang meyakinkan diriku bahwa aku akan aman...Tenanglah, kamu akan aman. ..—————————————–Kadang, rasa aman memang tak dapat dijanjikan, namun dapat diyakinkan... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑