Review & Sinopsis – Love For Sale

Sinopsis :
Film ini menceritakan tentang Richard Achmad  (pemilik percetakan turunan keluarga, 41tahun, judes, ngeselin, dan super ontime) yang sudah terlalu lama sendiri. Richard udah lama mengubur hatinya, dan terbiasa sendiri. Eh berdua ding, sama kelun (kura-kura, 17 tahun). 
Karena sudah terbiasa sendiri, Richard ga pernah merasa ada yang salah dengan kesendiriannya atau kesehariannya. Tidur pake celana dalam dan kaos dalem yang sobek, bangun tidur dibangunin alarm, galer-galer (re: garuk pe*er), nyapa atau ngupingin tetangga yang lagi berantem, ngasih makan kelun, nonton, galer lagi, mandi, berangkat kerja, balik kerja nonton tv, ngobrol sama kelun, tidur. Kek gitu terus-terusan tiap hari macam jadwal KRL yang diulang-ulang tiap hari.

Richard suka bola, doi punya temen-temen nobar yang semuanya lebih muda darinya. Jadi di Richard dipanggil “om”. Om-om yang demen nulis kata-kata cinta di medsos, tapi ga pernah keliatan bawa pasangannya. Sampe suatu hari, salah 1 temen nobarnya mau nikah, dan ini menjadi awal dari semuanya. Temen-temen Richard mulai deh taruhan (pake duit) apakah Richard akan bawa pasangan atau enggak ke acara nikahan. Disitu Richard keliatan agak kesel, tapi ngikutin mau temen-temennya, sampe pas Richard mau ikutan ngeluarin duit, si calon penganten (kurang-lebih) nyeletuk “lo ga usah ngeluarin uang, taruhannya harga diri lo aja om”.
Sepulangnya dari nobar bareng temen-temen itulah Richard mulai mencari pasangan yang bisa diajak datang ke nikahan temennya.

Pencarian dimulai dengan mengumpulkan dan menelepon semua nomer yang ada di kartu nama yang disimpen di bawah kaca meja kerja Richard. Ada yang salah sambung, ada yang nomernya udah ga dipake, macem-macem deh. Sampe akhirnya Richard memutuskan untuk ngajak salah satu mbak pegawainya untuk nemenin dia ke nikahan itu. Tapi ternyata…. Si mbak pegawai itu ngasihtau ke temen-temen pegawai yang lain kalo Richard minta dia untuk nemenin ke nikahan temennya, dan berakhir dengan si mbak pegawai itu dipecat tanpa basa-basi karena udah bikin Richard malu jadi bahan ceng-cengan pegawai yang lain. Hari berganti..waktu nikahan temen makin deket tapi Richard masih belum nemuin pasangan yang bisa diajak ke nikahan.

Sampai suatu hari, salah satu PT dengan nama Love Inc. memesan brosur dari percetakan Richard dalam jumlah yang cukup banyak. Love Inc. adalah PT yang menerima jasa pencarian pasangan untuk jangka pendek (pesta ulang tahun atau pesta pernikahan) atau untuk jangka panjang. Diam-diam Richard ngambil 1 brosur, dan mulai mengunduh aplikasi Love Inc. Aplikasinya mirip mirip sama TIN*ER atau SE*IPE gitu, kalau kedua aplikasi itu nunggu match, aplikasi Love Inc. ini pilihannya hanya “booked”.  Richard mulai deh geser-geser foto yang mulai bermunculan, baca deskripsi dari masing-masing orang, sampe akhirnya Richard pencet booked pada seorang cewek yang bernama Arini Kusuma untuk nemenin ke nikahan.
Diperjalanan, Arini yang ayu dan ramah itu bertanya mau diajak kemana dan harus ngapain. Arini juga meminta Richard untuk menceritakan tentang teman-temanya,
“supaya lebih keliatan alami gitu mas”, kata Arini.

Sesampainya di nikahan, Richard dan Arini disambut ramai sama temen-temennya. Temen-temen yang tadinya taruhan kalau Richard ga akan datang bawa pasangan akhirnya terpaksa harus mengaku kalah, karena hari itu Richard bawa pasangan yang cantik. Sepulang dari acara pesta, Richard meminta Arini untuk pulang karena “pekerjaannya”  udah selesai. Tapi ternyata Arini gak mau pulang karena Richard udah booked Arini selama 45 hari. Arini bercerita bahwa ini adalah satu-satunya pekerjaan yang ia miliki, ia adalah tulang punggung untuk keluarganya. Ayahnya sakit, dan ia masih punya dua orang adik yang masih duduk di bangku sekolah. Jika Arini tidak melanjutkan pekerjaannya, maka ia akan dipecat oleh PT. Arini meminta Richard untuk tetap menerimanya, Sehingga mau nggak mau, Richard  harus menerima Arini di rumahnya dengan terpaksa.

Untuk seseorang yang udah terlalu lama sendiri, nerima orang lain untuk tinggal bareng itu rasanya aneh. Rumah Richard yang biasanya hanya diisi oleh suara TV, atau lagu yang keluar dari piringan hitam, sekarang berubah jadi rumah yang diisi oleh seorang perempuan yang bisa diajak ngomong dan bisa balik ngomong, beda sama kelun yang bisa diajak ngomong, tapi gabisa balik ngomong. Kedatangan Arini ga cuma merubah pandangan temen-temen Richard tentang si om yang gak jomblo lagi, tapi juga merubah hidup Richard secara keseluruhan.
Richard yang biasanya keluar kamar pake celana dalam dan kaos dalem sambil galer-galer dimana-mana, mulai keluar kamar pake kaos dan celana pendek.
Richard yang biasanya dibangunin sama alarm hp sekarang dibangunin sama suaranya Arini. Richard yang biasanya nonton bola sendirian, sekarang ditemenin Arini.
Richard yang biasanya makan sendirian, sekarang makan masakan Arini.
Richard yang biasanya judes ke pegawai-pegawainya, sekarang jadi super flexible dan ramah.
Richard yang biasanya ngobrol sama Klun, sekarang ngobrol sama Arini.
Hidup Richard yang tadinya kayak jadwal KRL yang statis dan berulang, sekarang jadi kayak naik roller coaster. Naik-turun dan belok ke kanan-kiri. Richard yang awalnya bingung menanggapi perubahan hidupnya, lama-lama mulai terbiasa memasukkan sosok Arini dalam kesehariannya.
Richard mulai jalan-jalan keluar untuk ngedate sama Arini, ngajak nonton bola bareng, makan duren pinggir jalan, dikenalin sama temen-temennya Arini, ketemu sama orang tua Arini yang waktu itu sedang berkunjung ke Jakarta, Richard juga membeli motor impiannya yang selama ini sangat diinginkannya karena dukungan dari Arini.
Richard mulai berani membuka hati untuk Arini. Hati yang udah dikubur dalam-dalam semenjak kuliah, karena kisah cinta beda agama yang kandas ditangan orang tua. Richard memutuskan untuk meminta Arini menemani hidupnya selamanya, bukan hanya untuk 45 hari.

Sepulang dari tempat kerja, Richard pergi untuk mencari cincin yang akan digunakan sebagai lambang cintanya pada Arini. Richard menyimpan cincin itu di dapur di tempat Arini memasak. Malam itu, Richard tidur seperti biasa, tertidur dengan nyaman dan hangat sambil memeluk Arini, namun terbangun dengan cara yang berbeda. Richard terbangun karena suara alarm dari hp. Richard keluar kamar, dan memakan makanan yang sudah disiapkan oleh Arini. Richard sempat mencari dan menghubungi Arini, namun akhirnya Richard mandi dan terus melanjutkan kegiatannya seperti biasa. Tapi ternyata….Sampai kembalinya Richard ke rumah, tak ada kabar apapun yang ia dapatkan dari Arini. Richard memeriksa lemari baju, tak ada satupun baju Arini yang tersisa disitu. Cincin yang sudah Richard siapkan untuk melamar Arini pun masih berada di tempat yang sama seperti semalam. Berkali-kali Richard mencoba menghubungi Arini, namun Arini tak dapat dihubungi, tapi Richard tak menyerah sampai disitu saja, Richard menghubungi PT Love Inc. namun tak ada tanggapan. Richard mendatangi alamat Love Inc. yang tertera di brosur,  namun ternyata alamat itu adalah alamat sebuah rumah gedong yang di segel. Richard juga mendatangi sebuah rumah yang pernah didatanginya bersama Arini saat bertemu orangtua Arini. Rumah itu adalah sebuah rumah yang biasa dipakai syuting. Tak ada tanda-tanda Arini di rumah itu. Richard bertemu dengan bapak Arini disana, namun bapak Arini tidak ingat dengan Richard. Pupus sudah harapan Richard mencari Arini….
Hari-hari Richard kembali seperti sediakala. Terbangun oleh alarm, dan hanya tinggal berdua dengan Klun..

Tak ada tangisan yang muncul di film ini, Richard yang merasakan kesakitan yang luar biasa karena ditinggal pas lagi sayang-sayangnya menghadapi patah hatinya secara dewasa. Benar-benar dewasa menuurt gue. Hanya ekspresi-ekspresi kehilangan yang sangat dalam yang Richard tunjukkan di film ini. Ia berbicara pada bantal yang biasa dipakai Arini untuk tidur “Aku mencintaimu matahariku” katanya. Dalam menghadapi patah hatinya, Richard memutuskan untuk meneruskan hidupnya dengan cara yang berbeda. Richard mewariskan barang-barang berharganya ke pegawai-pegawai di percetakannya, Richard memutuskan untuk pergi dengan menggunakan motor impiannya.

Review:
Love for sale adalah sebuah film dengan genre drama yang dimainkan oleh Gading Marten dan Della Dartyan sebagai pemeran utamanya, yang gue yakin keduanya bisa masuk jadi nominasi actor dan actress terbaik taun ini !

Menurut gue, film ini “horror”.
Kenapa “horror”?
Yaaa gimana enggak “horror” kalo lo ditinggal tanpa kabar berita pas lagi sayang-sayangnya. Yaa kaannnn??

Acting Richard si bujang lapuk ini super bagus banget natural! Gak dibuat-buat. Gimana kakunya ngadaepin cewek, sampe acting jatuh cinta nya sama Arini yang juga super sweet dan natural. Arini juga actingnya bagus bangeeeeeettt. Yaa gambaran dari pasangan yang ideal lah. Cantik, bodynya aduhai, manis, dan juga pinter masak.
Scene-scene “ndusel” yang sangat hangat dan alami terus-terusan tersuguh manis di film ini, tanpa menimbulkan rasa bosan atau enek karena berlebihan. Semuanya pas!
Sepanjang gue nonton film ini, gue terus-terusan nyeletuk “gilaa gilaaa..”, dan “anjir actingnya”.

Akhir dari film ini gantung banget! Begitu film dinyatakan selesai, gue tetep duduk nunggu siapa tau ada cuplikan-cuplikan tambahan yang menutup kegantungan ini, tapi ternyata nggak ada sama sekali!
Gue Cuma bisa bertanya-tanya “hah? Gimana sih maksudnya?”, “ini apaan sih?, “ih kok gitu sih?” Film ini tetep bikin gue mikir bahkan sampe gue keluar dari theater.

Buat yang belom nonton, YOU HAVE TO WATCH THIS! Biar gue ada temen mikir HAHAH.
Score : 9/10

 

 

1 thought on “Review & Sinopsis – Love For Sale”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s