Lentera

10 Februari 2018
Hello.
Hari ini gue memutuskan untuk membagi sebagian dari “rumah” di pikirankalasenja untuk sebuah menu yang gue kasih nama LENTERA.

LENTERA akan berisi curhatan gue tentang keseharian gue sebagai seorang pendidik.
Buat gue, mendidik itu sama dengan memberi cahaya. Gue membuat anak didik gue jadi bisa merangkak, berjalan atau bahkan berlari dengan informasi (cahaya) yang gue berikan selama proses belajar mengajar. Mereka gak lagi ngerasa gelap atau bingung, ya..walaupun gak langsung terang, seenggaknya mereka bisa mendapatkan sedikit pencerahan (semogaaaaa…)
Jadi, dari situlah gue mau kasih nama menu ini dengan LENTERA.

Well..
Basically gue memang bukan seorang sarjana dibidang pendidikan, waktu kuliah gue ambil psikologi, saat penjurusan pendidikan pun bukan jurusan yang gue pilih. Singkat cerita, gue ga pernah punya pikiran gue akan menjadi seorang pendidik seperti sekarang ini.
2 tahun lalu, saat gue lulus kuliah (atau bahkan selama kuliah) gue ga pernah membayangkan diri gue menjadi seorang pendidik. Gue memang suka anak-anak, tapi ya sekedar suka aja. Ga pake banget. Beneran cuma sekedar suka.
Gue adalah orang yang ga sabaran, ga teliti, dan deadline-r sejati. Yaa..kalo diliat dari sifat-sifat gue itu, ga ada cocok-cocoknya gue menjadi seorang pendidik.
Setelah lulus kuliah, gue mencoba melamar kerjaan kesana kemari, mencari alamat persis kayak lagunya ayu ting-ting.
Gue coba dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya, dari bank yang satu ke bank lainnya, tapi hasilnya nihil…
Cukup panjang juga perjuangan gue mencari pekerjaan ini . Ga kalah panjang sama perjuangannya kera sakti mencari kitab suci (if you know what I mean ) dan tiba-tiba gue mendapatkan informasi dari seorang teman tentang lowongan pekerjaan untuk jadi seorang pendidik. Karena gue merasa lelah kesana kemari mencari alamat, dengan nekat gue putuskan untuk mengirimkan surat lamaran gue ke alamat yang diberikan itu. Tanpa punya dasar dasar mendidik, ga tau mau ngajar apa, ga tau gimana cara ngajar, gue bener-bener cuma modal nekat, eh dengan doa juga sih…
Jadi waktu itu kalau ga salah sekitar bulan februari atau maret (gue lupa) 2016. Setelah gue mengirimkan surat lamaran itu, ga lama kemudian gue langsung dapet panggilan dari HRD nya untuk tes ini dan itu. Beberapa kali gue bolak balik untuk tes, sampe akhirnya gue dinyatakan diterima.
Prosesnya ga panjang, ga berbelit-belit ga pake ngedumel-ngedumel.
Semuanya muluss..luuusss..luuusss… Sangking mulus dan mudahnya, waktu dinyatakan gue diterima disana, pas perjalanan pulang gue sampe mengirimkan pesan pribadi ke HRD nya, yang kurang lebih isinya adalah menanyakan kembali apakah gue beneran di terima di sekolah itu. Gue bener-bener ga percaya karena kok rasanya gampang banget.. mulus banget.. Sedangkan kemaren-kemaren pas gue cari kerjaan kesana kesini susahnya minta ampun bahkan ga jarang bikin gue nangis.
Yaa mungkin ini yang dinamakan berkat ya. Berkat gue ternyata Tuhan siapkan disini, di dunia pendidikan.
.
.
Oke deh, jadi itulah sepenggal cerita awal mula gue di dunia pendidikan.  Selanjutnya, selamat membaca cerita-cerita gue di LENTERA.
.
Sampai jumpa, semoga kita bisa menulis bersama !

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s