Kali kedua

Tahun ini adalah kali kedua gue jadi seorang pendidik.
Kali pertama gue, gue mendidik anak-anak usia 5 sampai 7 tahun (disebut kelas K-1) , kali kedua ini, gue mendapatkan kepercayaan untuk mendidik anak usia 7 sampai 9 tahun (disebut kelas 2-3). Gue punya 19 orang anak, 9 Laki-laki dan 10 perempuan. 2 dari antara 19 anak gue di tahun kedua ini, adalah anak gue di tahun pertama gue mendidik. Jadi gue udah punya gambaran tentang 2 anak itu, sedangkan 17 anak lainnya, adalah anak-anak baru buat gue.
Sampai saat gue menulis tulisan ini, gue udah masuk ke term ke 3, jadi kurang lebih udah 9 bulan gue bersama-sama anak gue ini. Mulai senin sampai jumat, dari jam 08.15 sampai jam 15.00. Waktu makan pagi sampai makan siang.
Jadi sekarang ini gue udah punya gambaran dari ke 19 anak gue.

Dengan rentang usia yang berbeda, pola pikir, tingkah laku, dan cara mereka berkomunikasi semuanya bener-bener berbeda. Ga ada 1 anak pun yang sama.
Maka dari itu, gue pun “membeda-bedakan” cara gue untuk berkomunikasi sama anak-anak gue ini.
Meskipun mereka anak-anak, mereka banyak banget ngasih pelajaran buat gue.
Jadi sebetulnya sebagai seorang pendidik, bukan cuma mereka yang belajar dari gue, tapi gue juga belajar dari mereka SETIAP HARI. Selain pelajaran, gue juga sering banget dapet kejutan-kejutan manis dari anak-anak gue ini. Kejutan kecil tapi cukup bikin gue bisa megap-megap saking senengnya.

Gue adalah wali kelas. Jadi di sekolah ini ada 2 orang wali kelas yang memegang  5 pelajaran utama (matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial). Disini kami mengajar dengan menggunakan dual bahasa. Bahasa Indonesia digunakan saat mengajar bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial, sedangkan untuk matematika, bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam kami menggunakan bahasa Inggris. Di kali kedua ini, gue mendapat kepercayaan megang pelajaran bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan 3 pelajaran lainnya dipegang oleh partner gue (sesama wali kelas).
Mata pelajaran lain seperti agama,musik, kesenian, pendidikan olahraga, anak-anak gue akan masuk ke ruangan yang berbeda dengan guru yang berbeda juga.

Sebagai pendidik yang baru dua tahun, gue masih terhitung “anak baru” sehingga gue masih harus amat sangat belajar gimana cara mengajar dan berkomunikasi dengan anak-anak gue di kelas 2-3 ini. Karena cara mengajar dan berkomunikasi dengan anak-anak gue yang sekarang ini berbeda dengan cara gue berkomunikasi dengan anak-anak gue di K-1 dulu.
Dulu gue masih sering ajak anak k-1 untuk nyanyi dan joget-joget, anak 2-3 gue ini udah ga terlalu bisa gue ajak nyanyi dan joget-joget. Sehingga gue harus cari cara baru untuk bisa masuk dan berbaur dengan mereka. Tapi, meskipun gue masih terus-terusan berjuang untuk bisa “ajeg” di kelas baru gue ini, gue tetep ngerasa seneng. Seneng banget bahkan.
Gue menikmati semua proses pembelajaran gue bersama mereka setiap hari.

Sekian dulu hari ini, 🙂

Sampai jumpa, semoga kita bisa menulis bersama !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s