dia, dyahapsari.

Seorang wanita dewasa menghadapi hari demi hari dengan sukacita,
ia wanitaku, dyahapsari.

wanita yang bertanya dimana kekasihku berada,
namun berbahagia untuk mereka yang sedang berkasih-kasihan.

wanita yang merindukan dekapan,
namun mendekap mereka yang sendirian.

wanita yang berjuang membahu hatinya, namun menghangatkan mereka yang tawar hati.

dyah..
malam ini usiamu bertambah.
apakah harapanmu?
masihkah kau berharap akan tuan yang hatinya sudah terpenjara, namun tak dapat kau bebaskan?
masihkah kau menginginkan tuan yang tubuhnya tertanam, namun tak dapat kau dekap?

dyah..
setiap kali kulihat matamu, aku selalu melihat kesepian.
maka hari ini ku bisikkan pada Tuhanku untuk memberikanmu ketenangan.
setiap kali kulihat senyummu, aku selalu mendengar tangisan.
maka ku katakan pada Tuhanku untuk memberikanmu kebahagiaan.
setiap kali kudengar tuturmu, aku merasa kerinduan.
maka ku teriakkan pada Tuhanku untuk memberikanmu kehangatan.

dyah..
selamat bertambah usia.

3 thoughts on “dia, dyahapsari.

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: