batubarabernard:

+ kamu pernah patah hati?

– aku kira, siapapun yang punya hati, cepat atau lambat pasti akan mengalaminya.

+ bagaimana cara kamu menanganinya?

– maksudmu, patah hati?

+ ya.

– aku akan menciptakan jarak yang amat jauh dengan orang yang membuat hatiku patah. pergi sejauh mungkin darinya.

+ sejauh apa?

– kamu jangan kaget ya. aku pernah pergi keluar kota, pindah tempat tinggal, hanya karena patah hati.

+ separah itu?

– sudah aku bilang jangan kaget. aku bisa sangat ekspresif saat patah hati. aku akan menunjukkan kepatahhatianku lewat tulisan-tulisan yang akan aku pajang di mana pun aku bisa. orang-orang akan dengan mudah mengetahui bahwa aku sedang patah hati.

+ ternyata, dibanding kamu, aku lebih kalem saat patah hati.

– oh ya? apa reaksi paling ekspresif yang pernah kamu keluarkan saat patah hati?

+ berdiam.

– sudah? itu saja?

+ saat patah hati, aku akan jadi sangat melankolis. pergi, tapi tidak keluar kota seperti kamu. hanya jalan-jalan mengitari seisi kota, tanpa arah. tidak bertemu siapapun, tidak bicara dengan siapapun, tidak mengeluarkan suara apapun dari bibirku. diam, dan melebur dengan suasana.

– kamu bersedih?

+ siapa yang tidak? tentu saja aku bersedih. dan, saat patah hati, aku meresapi kesedihanku dengan cara seperti itu.

– ah, aku juga melakukannya. aku meresapi kesedihanku. menurut kamu, kenapa orang-orang patah hati meresapi kesedihannya ya? bukannya justru harus membuangnya jauh-jauh?

+ barangkali, itu sebentuk cara untuk meyakinkan dirinya sendiri, bahwa cinta yang selama ini ia miliki adalah nyata. kamu tahu, kan, kita tidak akan merasa benar-benar sedih kalau kita tidak benar-benar cinta.

– apa ya cara terbaik menangani patah hati?

+ jatuh cinta lagi.

– tidak semudah itu. butuh waktu, kan, untuk menumbuhkan keinginan jatuh cinta lagi setelah dibikin patah hati.

+ ya. butuh waktu, tapi bukan tidak mungkin.

– berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk jatuh cinta lagi?

+ aku orang yang tidak mudah jatuh cinta. tapi, semuanya bergantung pada caraku meresapi kesedihan di patah hati yang sebelumnya.

– maksudnya?

+ ketika aku mengakui kesedihanku, aku akan mampu untuk mengikhlaskan. ketika aku sudah mampu mengikhlaskan, akan lebih mudah bagiku membuka ruang bagi cinta yang baru.

– jadi, cara terbaik menangani patah hati adalah meresapi patah hati itu sendiri?

+ menutup luka tidak akan membuatnya sembuh, kan? justru harus dibiarkan terbuka, jangan dipendam. kalau mau menangis, menangislah. kalau mau pergi keluar kota, pergilah. bagiku, menjadi mellow selama berhari-hari, itu caraku mengakui bahwa aku sedang patah hati.

– patah hati pun butuh pengakuan, ya.

+ tentu. banyak orang yang jatuh cinta, mencintai, tapi tidak mau mengakui saat mereka dibikin patah hati. mereka merasa gengsi. padahal, tidak mengakui patah hati tidak lantas membuat rasa sakitnya menghilang.

– sejauh ini aku sudah mengetahui beberapa hal yang perlu dilakukan saat patah hati: mengakui lukanya, meresapi rasa sakitnya, lalu apa lagi?

+ kenapa kamu butuh cara menangani patah hati? kamu sedang patah hati?

– hei, ingat ya, kamu yang memulai percakapan ini.

+ hahaha, baik baik. setelah mengakui dan meresapi lukanya, ya sudah, ambil napas panjang, tersenyum, lalu bersiaplah untuk cinta yang baru.

– kamu mengatakannya seolah-olah itu hal yang mudah dilakukan.

+ cinta itu mudah dan sederhana. kita yang membuatnya sulit dan rumit.

sepertinya aku +

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s