terlupakan dan dilupakan .

jangan kira ini adalah bentuk permintaan balas budi yang aku berikan padamu, tidak.

tidak sama sekali karena jika memang yang aku ingin meminta balasan maka bukan hanya sekedar ini yang akan aku lakukan.

hanya sebuah pernyataan tentang bagaimana aku sudah dilupakan dan bagaimana rasanya terlupakan.

dan sebuah pikiran bagaimana bisa janji yang pernah ada hangus oleh tiupan angin begitu saja.

tidak, tidak. jangan anggap aku meminta balasan apapun darimu. 

karena bukan itu yang kuharapkan, ini hanyalah ungkapan kekcewaan.

aku hanya mau satu, hanya sekedar sebuah pengakuan.

pengakuan bahwa kita pernah saling bicara, saling, mendengar, dan menangis bersama saat ada yang terjatuh diantara kita.

mana janjinya untuk saling menghapus airmata, menepuk punggung dan memberi pundak saat sesak? 

kamu bohong? 

telah lama aku diam, berbulan-bulan, berpuluh minggu, beratus hari.. 

inikah yang kamu sebut sahabat? SAya HAdir Bila Anda Tertawa? 

ahh.. aku kecewa.. kecewa pada seorang sahabat. 

tidakkah kamu ingat? bagaimana perjuangan kita untuk saling menghibur satu sama lain saat kita terjatuh dengan dimensi yang berbeda?

bagaimana aku datang ketempatmu menjelaskan ini itu, menenangkan semuanya agar kamu bisa sedikit lega?

tidakkah kau ingat bagaimana aku menangis pedih saat aku tau dunia sudah menipumu dengan caranya yang anggun? 

bagaimana caranya bisa melupakan semua itu sahabat? 

aku disini tetap ingat bagaimana kamu datang menghiburku yang sedan menangis sejadi-jadinya karena terluka,

kamu yang rela mengikat rambut hitammu, berjoget dan bergoyang hanya untuk membuatku tertawa saat menangis. 

kamu yang mau membuang semua bawang goreng di makananku dengan sabar dan dengan lelucon.

atau bagaimana kamu dengan kokoh menggandeng tanganku untuk menjauhi tempat yang ada warianya, ditengah ketakutanmu akan waria juga.  

semuanya sudah hangus tertiup waktu ya?

atau terganti dengan yang baru? 

tak apa mungkin memang harus seperti itu ya :’)

namun kamu harus tau aku mendoakanmu semua yang terbaik.

semoga kamu tidak lagi takut darah,

tidak lagi takut waria,

cepat gemuk, karena aku sudah gemuk sekarang. kamu bukan saingan terberatku kalau kamu masih kurus :p

oh iya, semoga juga ada yang sabar membujukmu untuk minum obat dan mau menghancurkannya untukmu ya..

berhenti merajah tubuhmu! kan ga lucu kalo tiap rajah kamu demam dan terpaksa menghancurkan obat demam baru bisa sembuh :“

cepat-cepat bisa makan sayur dan menelan jeruk ya jangan seperti anak kecil yang tak bisa mengunyah dengan benar. 

baiklah, sudah segitu saja.

aku hanya kecewa di awal, namun kenangan tentang seorang sahabat sepertimu tidak pernah membuatku menyesal. 

Allah blessed you buddy ! :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s