Derai Derai Cemara, Chairil Anwar

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

juga malam akhirnya berlabuh
dan dingin pun menyebarkan kalam
seperti hujan di ujung melempar sauh
mengekalkan rindu dan cinta dalam-dalam

malam pun berganti subuh
meninggalkan kepekatan malam
pada tulang yang makin merapuh
di pandangan mata yang terus memburam

hidup adalah perjalanan malam
penuh dengan kegelapan
kau tak tahu kapan kan tenggelam

hitam adalah misteri yang kelam
penuh dengan jebakan
kau tak tahu jalan mana yang menikam

di dalam kelam
kau butuh penerang
yang bisa memberi jalan

di kegelapan malam
kau butuh penuntun
agar tak kan melangkah kaki ke jurang

hidup adalah perjalanan malam
kau tak tahu apa yang kan datang
kau tak tahu apa yang kan hilang
kau tak tahu kapan akan tenggelam

karena malam adalah penuh kegelapan
maka bersiaplah dengan bekal

seutama bekal ialah keimanan
itulah jalan penerang

seutama pakaian adalah ketakwaan
itulah pelindung badan

seutama jalan adalah jalan yang benar
untuk itulah kau butuh penunjuk jalan

bersegeralah berjalan mencari cahaya terang
karena malam kan segera beranjak siang
yang teriknya membakar kulit hingga kerontang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s