Hati

seorang penabur, setengah sebelas malam.

malam kemarin, aku melihatmu menebar butiran halus indah itu di taman seorang wanita yang benar merindukan butiran halus itu.
aku melihat setiap gerakan lembutmu, melihat setiap detail gerak menguraimu kepada taman itu.

sesuatu terasa begitu mengusik, dan saat kusadari, itu adalah perasaanku sendiri.
aku baru menyadari adanya perbedaan caramu menebar butiran halus itu kini.

kini kau terlihat semakin lembut, semakin yakin dalam setiap langkah menaburmu. dan aku tidak terganggu dengan hal itu.

wahai penabur, kau harus tau bahwa aku senang saat ini, senang melihat caramu menabur dengan lembut terhadap taman itu,

dulu mungkin kau seorang penabur untukku,
namun kini kau tak perlu lagi lewat di taman milikku ini wahai penabur.

malam kemarin, setengah sebelas malam itu.
aku telah melihatmu menabur butiran halus indah itu di taman yang lain,
dan kau harus tau aku bahagia .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s