Hati

Mengampuni

Saat aku bercerita tentang kesakitan yang kurasakan,

Aku hanya akan terus merasa sakit mengingat setiap detailnya.

Maka aku berusaha untuk melupakannya.

Namun apa yang kudapat?

aku semakin mengingatnya dengan kuat saat aku berusaha melupakannya semampuku .

Maka kuubah semuanya dengan cara membiarkannya saja,

Aku terus melangkah merasakan tiap detail yang semakin menyiksa dan aku hanya diam.

dan apa yang kudapat ?

Aku semakin tak dapat bergerak, aku kaku dalam kesakitanku sendiri.

Kembali mencoba,

Aku menceritakan kesakitanku, membiarkan diriku merasakan tiap detail kesakitan itu dan menyisipkan sebuah kalimat di setiap kesakitan itu. “Aku memaafkanmu”

Maka inilah yang kudapat.

Kehangatan dalam setiap waktu aku mengingatnya,

Kasih yang membuatku bebas dan kekuatan yang luarbiasa menguatkanku untuk tetap berjalan dengan Tuhanku .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s