Hati

saya, saia .

saya : saia, saya ingin bercerita.
saia : baiklah tentang apa itu?
saya : tentang saya .
saia : baiklah .
saya : apa saya terlihat begitu bersalah?
saia : tentang apa?
saya : semuanya, saya merasa menjadi sosok yang penuh dengan kesalahan saia..
saia : apa begitu ? mengapa seperti itu?
saya : saya tidak tau, tapi saya merasakan bahwa mereka memang menilai saya menjadi sosok yang sangat bersalah.
saia : darimana kamu dapat berkata seperti itu?
saya : saya memperhatikan cara mereka melihat saya, cara mereka memandang saya dan cara mereka mengumpat saya dari belakang.
saia : mungkin itu hanya perasaanmu saja?
saya : tidak mungkin ini hanya perasaanku saja, masa perasaan ini bertahan begitu lama?
saia : Lama? sejak kapan?
saya : saya lupa tepatnya, tapi memang setelah kejadian itu terjadi.
saia : kejadian (*******) ?
saya : ya
saia : itu sudah terlalu lama lewat, kau harus melupakannya dan mengubah semuanya.
saya : saya merasa tak bisa saia .
saia : mengapa tak bisa?
saya : karna saya merasa begitu bersalah, dan rasa bersalah itu buat saya tak mampu lakukan apapun.
saia : baiklah, jika memang kau tak mampu sendiri mari kita berdoa.
saya : berdoa?
saia : ya, mari kita berdoa, kau bisa minta apapun.
saya : saya yang memimpin doa ini?
saia : ya, silakan.
saya : Tuhan, saya mau rasa bersalah ini hilang, amin.
saia : amin. Tuhan sudah dengar doamu .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s