Bertepuk sebelah tangan.

Mungkin inilah mengapa cinta ini disebut bertepuk sebelah tangan, karena hanya sebelah pihak yang berusaha membuat tepukan, namun tak kunjung mendapatkan sambutan. Menggenggam sesuatu yang ternyata ingin terlepas, menarik sesuatu yang sebetulnya ingin menjauh. Mungkin inilah mengapa cinta ini disebut bertepuk sebelah tangan, karna hanya mata ini yang ingin menatap lebih lama, namun tak kunjung... Continue Reading →

Pelukan yang tepat.

Aku mencoba mengingat, sudah berapa lama aku mengenalmu, dan ternyata memang tlah cukup lama.. Cukup lama sampai membuatku hafal bagaimana caramu mengatur helaian-helaian rambut yang sering jatuh ke dahimu. Cukup lama sampai membuatku hafal bagaimana caramu menaikkan kacamata yang melorot turun dari hidungmu. Cukup lama sampai membuatku hafal betul bagaimana ekspresi kesalmu setiap kali mendengar... Continue Reading →

dia, dyahapsari.

Seorang wanita dewasa menghadapi hari demi hari dengan sukacita,ia wanitaku, dyahapsari.wanita yang bertanya dimana kekasihku berada, namun berbahagia untuk mereka yang sedang berkasih-kasihan. wanita yang merindukan dekapan, namun mendekap mereka yang sendirian.wanita yang berjuang membahu hatinya, namun menghangatkan mereka yang tawar hati.dyah.. malam ini usiamu bertambah. apakah harapanmu?masihkah kau berharap akan tuan yang hatinya sudah... Continue Reading →

Aku mengalah.

Kali ini aku mengalah.. Aku membiarkanmu dan keputusanmu untuk menang. Kali ini aku mengalah.. Aku mengalah agar kau mampu bernafas lebih lega, berlari lebih cepat, dan tertawa lebih lepas daripada sebelumnya. Kali ini aku mengalah, bukan menyerah. Kau harus paham bahwa itu adalah dua hal yang berbeda.. Jika menyerah, maka artinya aku belum mencoba... Aku... Continue Reading →

Kamu, tetap kesukaanku.

Aku punya banyak lelaki disekitarku, eh tunggu.. bukan banyak, tapi banyak sekali. ya, banyak sekali lelaki disekitarku. mungkin karena aku lebih memilih sepatu datar untuk berjalan, memilih ransel untuk bepergian, memilih berlari lari daripada berjalan perlahan, memilih celana daripada menggunakan gaun lucu merah muda. dan memilih olahraga daripada ke salon. Aku punya banyak sekali lelaki... Continue Reading →

Pelepasan adalah pertahanan terbaik.

Kita bertemu di persimpangan, dan berpisah pun disimpang jalan. Bukan salahku atau salahmu, jalan bahagia kita yang berbeda. Jangan ratapi mengenang ini, tersenyumlah karna pernah menjalani. Bahagiaku ini bahagiamu itu, tak apa cinta tak korbankan bahagia kita.. Jionara- Pelepasan adalah pertahanan terbaik. Pertemuan adalah awal dari segalanya. Bisakah kubilang seperti itu? Aku bisa bertemu denganmu... Continue Reading →

Tentang sebuah kisah yang belum usai.

Yang..  kemarin ku melihatmu, kau bertemu dengannya. Yang.. ku rasa sekarang kau masih memikirkan tentang dia.. Apa kurangnya aku didalam hidupmu? Hingga kau curangi aku.. Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia. Aku punya ragamu tapi tidak hatimu.. Kau tak perlu berbohong, kau masih menginginkannya. Ku rela kau dengannya, asalkan kau bahagia.. Yang,  ku rasa sekarang... Continue Reading →

Kau bagai titik hujan diluar jendela, ku inginkan namun tak tersentuh. 

Pertama

Ini adalah tulisan pertama gue disini. Tempat yang akan gue jadikan rumah untuk rasa dan kata yang gue punya. Gue tau, memulai sesuatu memang gak akan pernah gampang, tapi gapapa gue mau. Mau nyoba untuk tetap setia (cieeeeeee) pada kegiatan tulis-menulis ini. Ini bukan "rumah" pertama gue, gue udah pernah punya "rumah" sebelumnya disini yang... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑